Postingan populer dari blog ini
Derita
Duri itu menancap sangat dalam Pisau itu menyayatkan luka yang panjang dan dalam Sesaknya dada sudah tak terkira Tertunduk lelah ia menanti Menanti kebahagiaan yang tak kunjung menghampiri Entah, sudah keberapa kalinya ia merintih Entah, sudah keberapa kali hujan menjatuhkan airnya di pipi sehalus sutra itu Entah, sudah keberapa kali ia tertawa dalam perihnya luka yang ia rasakan
missing you
rindu ini datang tiba-tiba saja menyelusup rongga-rongga hati yang hampa bayangmu pun tiba-tiba terproyeksi dengan apik dalam pikiranku harum tubuhmu menyeruak kedalam indra penciumanku begitu saja. Tanpa permisi wahai pemikat hati yang hampa ini mengapa kau tega membirikan rasa rindu ini padaku? jikalau aku takkan pernah memilikimu? takkan pernah memelukmu? takkan pernah sanggup menggandeng tangan kokohmu itu? ataupun memelukmu erat saat aku membutuhkannya? oh, wahai sang pemikat hati tak ada niatkah engkau tuk sejenak menoleh kepadaku? menyadari bahwa aku ada...
Komentar
Posting Komentar