Duri itu menancap sangat dalam Pisau itu menyayatkan luka yang panjang dan dalam Sesaknya dada sudah tak terkira Tertunduk lelah ia menanti Menanti kebahagiaan yang tak kunjung menghampiri Entah, sudah keberapa kalinya ia merintih Entah, sudah keberapa kali hujan menjatuhkan airnya di pipi sehalus sutra itu Entah, sudah keberapa kali ia tertawa dalam perihnya luka yang ia rasakan
Entah mengapa walau sakit aku tetap ingin bertahan. Entah mengapa walau tak tahu untuk siapa hatimu itu aku tetap menanti. Entah mengapa setelah semua yang kau lakukan, aku masih mencintaimu. Kau masih tetap menjadi pilihanku, meski aku bukan pilihanmu. Kau masih tetap sosok yang akan terbayang sebelum aku tertidur, meski aku bukanlah sosok yang kau pikirkan. Jangan memintaku untuk berhenti. Karna aku telah mencobanya, namun tak bisa. Jangan memintaku untuk melepaskanmu. Karna aku telah mencobanya, namun tak bisa. Biarlah aku berusaha dan menantimu, meskipun aku tahu kau tak akan melihatku. Biarlah aku berusaha dan menantimu sampai nanti kau menemukan seseorang yang benar benar kau cintai dan mencintaimu kembali. Aku akan tetap disini sampai perlahan lahan aku akan menyerah dengan apa yang kurasakan untukmu sirna.
Komentar
Posting Komentar